Senin, 29 Juli 2013

Wong Tanggir Positif Ziarah Wali Songo

Ziarah ke Jawa
Tengah dan Jawa Barat

            Jamiyah al_Hikmah warga Tanggir-Singgahan, positif mengadakan wisata religi Wali Songo  ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Keputusan itu diadakan saat menggelar pertemuan rutin pada hari Senin malam, 8 Juli 2013 di rumah H. Azis.
            Selain dihadiri para anggota Jamiyah keagamaan itu, hadir pula di rumah pengusaha selular itu, KH. Abu Mansur, Mbah Modin dan Ustadz Baidlowi. Dipandu pembawa acara Ihsan, musyawarah ziarah yang dikemas dalam acara lain-lain itu, dilakukan setelah acara tahlil oleh KH. Abu Mansur dan siraman rohani oleh Ustadz baidlowi.
            Sambil menikmati suguhannya tuan rumah: kacang dan pisang rebus, pisang dan ketela goring, Zuhri yang menjadi ketua ziarah itu,  menghandle jalannya musyawarah. Sebelum membahas lebih lanjut, terlebih dahulu Bos gabah itu, menawarkan pilihan tempat tujuan akhir yang akan dikunjungi: ke Banten atau ke Kedungpring dan Panjalu.
            Suasana musyawarah yang santai, setengah jenaka dan serius, membuat para peserta musyawarah bebas mengutarakan keinginannya. Ada yang memilih ke Banten. Juga ada yang ke Kedungpring. Sebaliknya ada pula yang ke dua-duanya.
            “Kalau saya pribadi, memilih yang ke Banten,” usul Ihsan, salah satu anggota musyawarah. Menurutnya, kalau Banten yang dipilih, para zairin akan bisa transit ke Masjid Istiqlal dan Monas. Berkunjung ke dua tempat itu akan menambahkan rasa cinta pada NKRI, tambahnya. Sokib yang sebelumnya mengusulkan ke Kedungpring dan Panjalu, stelah diberi tahu waktu yang dibutuhkan sama, mengikuti usul mantan Pengurus Jamiyah itu ke Banten.
Setelah masalah tempat tujuan akhir disepakati, alumni pesantren Tanggir itu, melanjutkan ke masalah bus yang akan digunakan. Karena di antara anggota musyawarah ada yang menginginkan tempat duduk busnya dua-dua, sedangkan yang lainnya dua-tiga. Perbedaan tempat duduk bus ini akan berdampak ke soal besaran biaya yang yang dikeluarkan calon peserta ziarah. “Bus yang kursinya dua-dua tentu lebih mahal bila dibandingkan yang dua-tiga,” papar pimpinan  yang mengakui kalau bus yang kursinya dua-dua, itu lebih nyaman.
Spontan, Yadi yang tempat duduknya di pojok belakang, setelah mendengar ada pilihan jumlah kursi bus, berseru, “Dua-tiga wae seng luwih murah !” para anggota musyawarah lain pun akhirnya menyetujui usulannya. Menurut informasi Panitia Ziarah, biaya per orang nanti sekitar Tiga Ratus sampai Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah.
Atas kebijakan pimpinan musyawarah yang cakap dan cepat menangkap keinginan mereka, memakai bus yang kursinya dua-tiga akhirnya yang didok. Dan agar kenyamanan perjalanan terjaga, diharapkan membayar penuh anak mereka yang akan diikut sertakan nanti.
Sebelum diakhiri musyawarahnya, H. Azis mempersilakan kepada anggota jamiyah untuk mengangsur biaya ziarah mulai sekarang. Harapannya, agar mereka nanti tidak merasa keberatan. Sedangkan Zuhri membacakan kembali tempat tujuan akhir ziarah yang disepakati. “Di awali dari Tuban, Lasem, muria, Kudus, Demak, Cirebon, Banten. Dan diakhiri di Masjid Istiqlal dan Monas,”.
           
             
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar