Ziarah ke Jawa
Tengah dan Jawa Barat
Jamiyah al_Hikmah warga Tanggir-Singgahan,
positif mengadakan wisata religi Wali Songo ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Keputusan itu diadakan saat menggelar pertemuan rutin pada hari Senin malam, 8
Juli 2013 di rumah H. Azis.
Selain dihadiri para anggota Jamiyah keagamaan itu, hadir
pula di rumah pengusaha selular itu, KH. Abu Mansur, Mbah Modin dan Ustadz
Baidlowi. Dipandu pembawa acara Ihsan, musyawarah ziarah yang dikemas dalam
acara lain-lain itu, dilakukan setelah acara tahlil oleh KH. Abu Mansur dan
siraman rohani oleh Ustadz baidlowi.
Sambil menikmati suguhannya tuan rumah: kacang dan pisang
rebus, pisang dan ketela goring, Zuhri yang menjadi ketua ziarah itu, menghandle jalannya musyawarah. Sebelum
membahas lebih lanjut, terlebih dahulu Bos gabah itu, menawarkan pilihan tempat
tujuan akhir yang akan dikunjungi: ke Banten atau ke Kedungpring dan Panjalu.
Suasana musyawarah yang santai, setengah jenaka dan
serius, membuat para peserta musyawarah bebas mengutarakan keinginannya. Ada
yang memilih ke Banten. Juga ada yang ke Kedungpring. Sebaliknya ada pula yang
ke dua-duanya.
“Kalau saya
pribadi, memilih yang ke Banten,” usul Ihsan, salah satu anggota
musyawarah. Menurutnya, kalau Banten yang dipilih, para zairin akan bisa
transit ke Masjid Istiqlal dan Monas. Berkunjung ke dua tempat itu akan
menambahkan rasa cinta pada NKRI, tambahnya. Sokib yang sebelumnya mengusulkan
ke Kedungpring dan Panjalu, stelah diberi tahu waktu yang dibutuhkan sama, mengikuti
usul mantan Pengurus Jamiyah itu ke Banten.
Setelah
masalah tempat tujuan akhir disepakati, alumni pesantren Tanggir itu,
melanjutkan ke masalah bus yang akan digunakan. Karena di antara anggota
musyawarah ada yang menginginkan tempat duduk busnya dua-dua, sedangkan yang
lainnya dua-tiga. Perbedaan tempat duduk bus ini akan berdampak ke soal besaran
biaya yang yang dikeluarkan calon peserta ziarah. “Bus yang kursinya dua-dua tentu lebih mahal bila dibandingkan yang
dua-tiga,” papar pimpinan yang
mengakui kalau bus yang kursinya dua-dua, itu lebih nyaman.
Spontan,
Yadi yang tempat duduknya di pojok belakang, setelah mendengar ada pilihan
jumlah kursi bus, berseru, “Dua-tiga wae
seng luwih murah !” para anggota musyawarah lain pun akhirnya menyetujui
usulannya. Menurut informasi Panitia Ziarah, biaya per orang nanti sekitar Tiga
Ratus sampai Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah.
Atas
kebijakan pimpinan musyawarah yang cakap dan cepat menangkap keinginan mereka,
memakai bus yang kursinya dua-tiga akhirnya yang didok. Dan agar kenyamanan perjalanan terjaga, diharapkan membayar
penuh anak mereka yang akan diikut sertakan nanti.
Sebelum
diakhiri musyawarahnya, H. Azis mempersilakan kepada anggota jamiyah untuk
mengangsur biaya ziarah mulai sekarang. Harapannya, agar mereka nanti tidak
merasa keberatan. Sedangkan Zuhri membacakan kembali tempat tujuan akhir ziarah
yang disepakati. “Di awali dari Tuban,
Lasem, muria, Kudus, Demak, Cirebon, Banten. Dan diakhiri di Masjid Istiqlal
dan Monas,”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar